Keluarga dan Pembentukan Karakter Bangsa

كلامي كلام لمن يسمع ممن يتكلم , وكلامي كلام مخصوص لنفسي ومن يتكلم , وكلامي كلام يبتدأ بالسلام , وكلامي كلام مختوم بالسلام , وكلامي كلام يتكلم بمخالف الاصنام , ولعل كلامي كلام أصنا ء الظلام , ومسح الظلام , ونزع الظلام , ونورالايام , ونال التمام , ويلعنه امام , الذي جاء با لد ين ا لاسلام , وبلغ القرآن للدوام , ويل إيم في العا لم , وغير متخالف في الزمن الان إلي أدم , واسمحوا لهنا لاهنئكم الكلام,,,, السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته.,.,.
ا الحمد لله الذي بعث رسوله ليتمم مكارم الأخلاق. والصلاة والسلام على أ شرف الأنبياء والرسلين. وعلى آله وأصحابه اجمعين. أما بعد

Dewan hakim yang kami hormati serta hadirin yang berbahagia.

Sungguh menjadi sebuah ironi ketika kita tengok sejenak pada realita yang terjadi di Negara ini. Bagaimana tidak, melihat perkembangan kualitas moral yang semakin lama terlihat kian merosot. sebagai contoh semakin maraknya tindak kejahatan, pelecehan seksual, merebak dan maraknya video mesum yang pelaku-pelakunya adalah sebagian dari generasi muda harapan bangsa, serta berbagai macam tindak kriminal lainnya. Hal ini tentu berimbas terhadap memudarnya karakter bangsa. Dengan fakta yang sedemikian ini tentu memunculkan pertanyaan dalam benak kita yakni apa gerangan yang terjadi dengan generasi penerus bangsa ini.

Fakta terbaru yang berkembang belakangan ini adalah ternyata salah satu penyebab utama rusaknya moral putra-putri bangsa justru disebabkan oleh pesatnya perkembangan dan kemajuan teknologi, semisal semakin mudahnya akses penyebaran video-video berbau porno. Mudahnya akses teknologi saat ini yang diharapkan berdampak positif bagi kemajuan pendidikan mereka ternyata malah menjadi bumerang. Agar masalah moral ini dikemudian hari tidak lagi berlarut-larut dan menjadi problematika bangsa kita, maka harus ada upaya serius untuk penanganan kriris moral dan etika yang tengah melanda bangsa ini. Harus ada pihak-pihak yang bertanggungjawab dan mau memperhatikan permasalahan ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini kami akan membawakan judul KELUARGA DAN PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA. Dengan dasar firman Allah Swt dalam surah Attahrim ayat 6:


يا أيها الذين أمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة عليها ملائكة غلاظ شداد لا يعصون الله ما أمرهم ويفعلون ما يؤمرون

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”

Hadirin sekalian….

Kata قوا adalah yang berarti jagalah فعل الأمر من وقي . قوا ini adalah kata kerja bentuk perintah dari Allah Swt yang berarti wajib dikerjakan. Kaidah Usul Fiqhi mengatakan: الأصل في الأمر للوجوب artinya hukum asal suatu perintah wajib dilaksanakan. Maksud ayat diatas adalah, wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, jagalah diri kalian dengan mengajarkan dengan sesama kalian hal-hal yang dapat menjauhkan dari api neraka. Selanjutnya kata وأهليكم artinya” dan keluargamu” maksudnya adalah ajarilah keluargamu cara taat kepada Allah yang dengan itu mereka bisa terhindar dari api neraka.

Ayat ke enam surah Attahrim ini menggambarkan bahwa dakwah dan pendidikan harus bermula dari rumah. Ayat ini walaupun redaksional tertuju kepada kaum pria (ayah),tetapi itu tidak hanya bertujuan kepada mereka. Ayat ini juga tertuju kepada perempuan dan lelaki (ibu dan ayah). Pembentukan karakter diawali dari masing-masing keluarga dan akan berujung kepada pembentuak karakter anak bangsa.

Hadirin sekalian yang berbahagia……..

Keluarga merupakan benteng utama dan pertama dalam hal pembentukan karakter dalam rangka mencetak generasi yang tangguh dalam mengemban pembangunan bangsa dimasa yang akan datang. Karena di sinilah madrasah pertama dan utamabagi seorang anak. Mereka dididik oleh orang tuanya dan dibentuk seperti apa yang diinginkan orang tuanya. Namun yang perlu diperhatikan dalam pembentukan karakter bukan hanya proses transformasi informasi, ada hal sangat penting yaitu kecerdasan emosional dan spiritual disamping kecerdasan intelektual anak sehingga akan melahirkan golden generation. Kita salut………. jaman sekarang siswa-siswa banyak yang hebat-hebat, computer ……….. ahli! Dunia internet……….. bisa! Matematika pintar, IPA jago…..! Otaknya berlian, pemikirannya cemerlang tetapi Aklaknya mengecewakn. Anak shaleh yang didambakan tetapi karena salah mendidik maka yang muncul adalah anak salah…………..

Oleh karena itu, wahai para orang tua, wahai para guru, wahai para penanggungjawab pendidikan………..! kualitas sumber daya manusia di Indonesia yang semakin memprihatinkan ini, terlebih generasi muda indonesia, haruslah benar-benar diperhatikan secara seksama. Karena semangat merekalah nantinya yang akan menjadi roda penggerak bagi bangsa ini. Apa jadinya kelak ketika Negara Indonesia yang kita cintai ini, dihuni oleh manusia-manusia yang tak berkarakter dan tak bermoral? Sungguh tidak dapat dibayangkan.

Dalam pembentukan karakter dan moral seorang anak tidaklah berkembang menjadi sedemikian rupa dengan sendirinya. Perkembangan karakter pada setiap individu dipengaruhi oleh faktor tertentu, yakni faktor bawaan dan faktor lingkungan. Menurut para developmental psychologist, setiap manusia memiliki potensi bawaan yang akan termanifestasi setelah dia dilahirkan, termasuk potensi yang terkait dengan karakter atau nilai-nilai kebajikan. Dalam hal ini, Confusius –seorang filsuf terkenal Cina– menyatakan bahwa manusia pada dasarnya memiliki potensi mencintai kebajikan, namun bila potensi ini tidak diikuti dengan pendidikan dan sosialisasi setelah manusia dilahirkan, maka manusia dapat berubah menjadi binatang, bahkan lebih buruk lagi.

Hadirin sekalian………….

Bagi seorang anak, keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangannya dalam pembentukan kepribadian anak. Keluarga memiliki peranan yang sangat signifikan dalam mewujudkan kualitas moral para penerus bangsa. Betapa tidak, lingkungan keluarga dan orang tualah yang menjadi teladan sekaligus guru pertama dalam pembentukan moral anak. Pendidikan dan teladan yang diserap dari lingkungan keluarga dan orang tua sangatlah melekat dalam pribadi anak kelak. .

Hadirin yang berbahagai…………

Salah satu contoh keluarga yang berhasil dalam mendidik anggota keluarganya adalah Luqman Hakim, Dalam Al-Qur‟an dijelaskan bahwa Allah telah memberikan i’tibar melalui Luqman al-Hakim sebagai sosok seorang pendidik dalam memberikan pendidikan kepada anaknya. Firman Allah Swt dalam surah Luqman ayat 13Pada ayat tersebut ada kata ( يعظه) yang terambil dari kata wa’adz ( وَعِظَ ) yaitu nasehat menyangkut berbagai kebajikan dengan cara yang menyentuh hati. Luqman memulai nasehatnya dengan seruan menghindari syirik sekaligus mengandung pengajaran tentang wujud Allah yang Esa

Dari ayat ini dipahami bahwa diantara kewajiban orang tua kepada anak-anaknya ialah memberi nasehat dan pelajaran, sehingga anak-anaknya itu dapat menempuh jalan yang benar, dan menjauhkan mereka dari kesesatan. Namun dalam realita, tidak sedikit anak-anak terzhoalimi tangan orang tuanya sendiri bahkan lebih bejat dari itu. Cara Sayidina Luqman menyampaikan pesan itu wajib dicontoh oleh setiap orang tua sebagai langkah awal dalam pembentukan karakter anak bangsa yang bisa melanjutkan pembangunan dimasa yang akan datang.

Sebagai kesimpulan:

Pertama, Pembentukan karakter anak bangsa harus diawali dari keluarga dengan memberikan bimbingan dan pendidikan seumur hidup ( Life long learning) من المهد إلى اللحد.

Kedua, Salah satu penyebab kegagalan moral anak bangsa sekarang ini karena tidak adanya keseimbangan perhatian dari keluarga antara pendidikan intelektual dan pendidikan spiritual anak-anak. Mereka lebih banyak memperhatikan kebutuhan intektualnya dan mengabaikan kebutuhan spiritual anak.

Ketiga, Kejayaan suatu bangsa adalah tergantung dari karakter yang baik anak bangsa itu. Bila karakter anak bangsa rusak maka jatuhlah bangsa itu.

Demikian yang dapat kami sampaikan, terima kasih atas segala perhatian.dan mohon maaf atas segala kekurangan.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Beritahu teman 👇

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *