Puisi Kolosal Ayah

Kini kami telah tumbuh dewasa,,,,,

Berbagai pengalaman telah kami lalui bersama,,,

Kami mengetahui apa yang belum kami ketahui sebelumnya,,

Semua itu bukanlah keajaiban tanpa disengaja,,,

Dan bukan pula sihir yang mampu menipu mata,,,

Namun semua itu berkat doa, ridho, bimbingan serta arahan darimu ayah,,,

Sehingga kami menjadi apa yang kami impikan,,,

Inilah persembahan dari kami sebuah puisi kolosal dengan judul :

“ AYAH ”

  • Orang 1

Dari rahim seorang wanita yang kuat nan tegar aku dilahirkan,

Dari seorang pria yang tangguh aku dididik dan dibesarkan,

Engkau yang pertama kali kukenal sejak aku dihadirkan,

Yang telah mencurahkan kasih sayang dan pendidikan,

  • Orang 2

Ayah,,,,,

Tak terasa kini aku telah tumbuh dewasa,,

Pahit, masam, pedas, manis kehidupan sudah kurasa,,

Ayah,,,

Engkau selalu mengajariku tentang arti kemurahan Sang Esa

Engkau senantiasa berusaha untuk menjadikanku anak yang tak kenal kata putus asa

  • Orang 3

Ayah,,,

Kau menemaniku setiap saat setiap waktu,,

Kau senantiasa memantau setiap perkembangan dan pertumbuhanku,

Ayah,,

Kau tunjukan padaku tentang arti cinta yang sesungguhnya

Tanpa batas waktu hingga takdir-Nya

  • Orang 4

Di tengah teriknya matahari, kau tetap bekerja,,

Hujan deras berbadai pun kau tetap giat mengais rizki dari-Nya,,

Tak kenal cuaca dan halangan kau membanting tulang,,

Buliran-buliran keringat yang membasahimu,,Tak pernah kau hiraukan

Bahkan kau tak pernah peduli betapa letih nan lelahnya dirimu,,,

Hanya demi siapa,,,????

Demi aku anakmu,,,

  • Orang 5

Beratnya hidup, engkau lalui dengan senyuman,,

Ayah,,

Aku tahu betapa pedulinya engkau terhadap pendidikanku,,

Aku tahu betapa takut kau akan pergaulanku,,

Aku tahu betapa besar pengorbananmu demi masa depanku,,

Namun,,tak jarang hati ini mengeras karena egoku,,

Tak sekalipun diri ini bersyukur akan kehadiran dirimu,,,

  • Orang 6

Ayah,,,

Ketika aku menangis, mengeluh meminta ini itu,,

Ketika aku melakukan kesalahan, hingga ketenanganmu terganggu,,

Tak pernah engkau memarahiku,

Dengan lembut engkau menasehatiku,,

Dan menghapus linangan air mataku

  • Orang 7

Lembut sentuhan kasihmu, bijak tutur katamu,,

Menghadirkan ketenangan di qalbu,,

Engakau selalu menjadi ayah yang kuat

Engkau selau menjadi ayah yang hebat

Walau dengan berbagai beban yang berat

  • Orang 8

Daddy,,,

You are my patner, my joyful,

My heart, my world, my best friend,

My happyness, my father, my hero,,

The owner of my love..

Daddy,,,,

Missing you is the heartache that never goes a way,,

  • Orang 9

Saat ayah terlelap,,,

Saat itula kau menjadi asli tanpa topeng,,,

Kau menjadi dirimu yang rapuh menahan semua beban dan rasa sakit

Ayah,,,

Ingin rasanya aku menangis,,

Tak kuasa diri ini melihat semua pengorbanmu

  • Orang 10

Ayah tak lagi muda anakku,,,

Tulangku tak lagi kuat menggendongmu,,,

Pipiku pun tak lagi rupawan seperti dulu,,,

Hitam gelap, telah hilang pada rambutku,,

Dan kemana pergi gigi-gigiku,???

Pertanda apa ini anakku??

Apakah sudah waktunya ??

Diriku menghampiri syurga ??

Ayah tak lagi muda anakku,,

Kini langkahku telah layu,,

Pandanganku pun telah sayu,,

Jika suatu saat ayah berlalu

Tuntunlah aku dalam mengucap kalimat indah nan syahdu,,

Jika suatu saat aku berlalu…

Antarkan aku sampai rumah baruku,,,

  • Orang 11

Ya Alloh ya Robbii,,

Betapa durhakanya aku,,,

Tak sadar aku selama ini tak pernah menghargainya,,

Setiap hari aku marah padanya

Setiap hari aku berdebat dengannya,,

Setiap hari aku membohonginya demi kepentingan duniaku

Ta kunjung kumenyesal, hingga ajal menjemputmu,,

  • Orang 12

Keacuhanku telah menoreh luka pada sebagian hatimu,,

Kerasnya hati ini membuat aku tak memahami kasihmu,,

Ayah,,,

Betapa berdosa aku, yang tak pernah peduli dan pergi meninggalkanmu,,

Bahkan disaat engkau sakit dan membutuhkanku,,

Ayah,,

Maafkanlah putri kecilmu ini,,

Aku berajanji akan menjadi yang lebih baik dalam membenah diri,,

  • Orang 13

Ayah,,

Hati kecilku berkata

Apakah aku mampu hidup tanpamu ?

Apakah aku mampu menghabiskan masa ini tanpamu ?

Apakah aku mampu bertahan tanpa dorongan semangatmu ?

Apakah aku mampu menggapai cita-cita tanpa kehadiran dirimu ?

Ayah,,

Apapun yang terjadi kupercayakan pada-Nya,,

Aku yakin kau kan bahagia jika aku mampu menjadi bidadari kecilmu,,

Jika aku mampu menjadi kebanggaanmu,,

Ayah,,

Akan  aku  tepati semua janjiku padamu ayah,,

Panggung Gembira  2019

Beritahu teman 👇

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *